Rabu, 30 Oktober 2013

Sisi Positif Penundaan Kedatangan As Roma

Sejak kemarin Romanisti di Indonesia mulai mendengar desas-desus tidak sedap tentang kemungkinan batalnya kedatangan As Roma ke Jakarta, Indonesia. Awalnya As Roma direncanakan akan melakukan pertandiangan persahabatan melawan Indonesia XI di SUGBK tepat tanggal 14 November 2013. Selain itu dijadwalkan juga beberapa agenda lain yang akan dilakukan As Roma selama di Jakarta, seperti meet & greet dan penandatanganan jersey.

Malam ini desas-sesus itu resmi terbukti nyata, As Roma melalui situs resminya menyampaikan "press realese" pengunduran jadwal pertandingan persahabatan di Indonesia.

sumber: asroma.it

Bagi saya pribadi penundaan (atau bisa jadi pembatalan?) kedatangan As Roma ini cukup mengagetkan dan sekaligus menyedihkan. Klub kesayangan yang kedatangannya telah ditunggu-tunggu sejak lama tiba-tiba menunda kedatangannya. Keinginan untuk lekas bertemu dengan pemain-pemain idola yang selama ini cuma bisa disaksikan melalui layar kaca terpaksa tertunda..

Tapi setiap  kejadian pasti ada sebab akibatnya, adapula hikmahnya. Menurut opini saya ada beberapa hal positif dari penundaan kedatangan As Roma ke Indonesia ini:

1. As Roma berada di urutan terdepan dalam perebutan scudetto. 9 kemenangan beruntun di awal musim menepatkan Roma sebagai Capolista. Kedatangan ke Indonesia di jeda international match yang cuma 2 minggu tentu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi Roma dalam berburu scudetto keempatnya.

2. Cidera pemain. Francesco Totti yang merupakan simbol utama dari Roma mengalami cidera, dan jika pertandingan dipaksakan diadakan 14 November dan Sang Pangeran belum benar-benar sembuh tentu akan membuat Romanisti kecewa. Opsi kedatangan Roma tanpa Totti tentu tak bisa diterima begitu saja oleh kami, fans roma. Belum lagi cidera yang bisa saja dialami pemain lain setelah melakukan perjalanan jauh.

3. Internasional match. Jeda dua minggu kompetisi yang sebenarnya diisi pertandingan internasional tentu membuat banyak pilar Roma yang juga menjadi pilar di tim nasionalnya masing-masing tentu takbisa hadir ke Indonesia. Nama Strootman, Pjanic, De Rossi hingga Gervinho dan Florenzi tentu tak akan mengisi daftar nama pemain yang akan dibawa.

4. Gue ada ujian. Untuk alasan ini lebih ke urusan pribadi, walaupun udah memegang tiket Class 2, sebenarnya gue ada ujian (UTS) di tanggal 14 November itu. Untuk recana awal jika Roma datang ke Indonesia gue udah siap-siap bikin surat izin sakit palsu dari dokter, biar setidaknya diizinkan boleh mengikuti ujian susulan. Dengan ditundanya laga As Roma tentu membuat gue gak jadi melaksnakan taktik licik tersebut. Gak jadi kena dosa karena bohong dan bikin surat palsu :p Dan gak jadi ribet juga karena harus ujian susulan sendirian juga.

Semoga kedatangan Roma ditunda hingga di tahun depan, saat di jersey Nike Roma sudah terpampang logo Perisai Italia pertanda Scudetto sukses diraih. Dan juga logo Silver Star pertanda Roma telah memenangkan Coppa Italia ke-10 nya. aamiin.

Ayo Roma, hadiahkan scudetto bagi kami Romanisti di Indonesia yang kembali harus bersabar untuk menunggu kedatangan kalian!
Forza Roma!

Kamis, 03 Oktober 2013

Hal-hal yang dikangenin dari KKN

JWR 34 - 35
KKN udah selesai sekitar sebulan yang lalu. Bahkan nilai KKN pun udah keluar, dan Alhamdulillah gue dan semua rekan seunit mendapat nilai sempurna, "A". Lumayan 2 SKS dapat A bisa sedikit memperbaiki IPK gue yang bikin miris untuk diliat.

Tapi bagian dan hasil terpenting  dari KKN yang gue jalankan tentu bukan nilai A itu, melainkan persahabatan dengan rekan seunit, seposko (unit 34 dan unit 35) dan juga dengan rekan KKN se-DPL di Tlogorandu, Juwiring. Sebulan bersama tentu bikin punya kedekatan yang lebih.



Unit 35
Dipostingan kali ini gue mencoba menceritakan 9 hal yang membuat gue kangen banget momen pas KKN:


  1. Ngebangunin Tira, hal paling ngangenin dan yang paling ingin gue bisa ulangin saat ini adalah ngebangunin Tira shalat subuh. Tira emang lucu banget pas dibangunin, selain itu ekspresinya juga ngegemesin, unyu-unyu piye. Seminggu terakhir pas KKN, gue gak pernah absen buat ngebangunin dia.
  2.  True or Order UNO, ini agak kampret memang, harus jujur-jujuran kalau kalah main kartu UNO. Siap-siap aja rahasia pribadi bakal terbongkar. Gue pernah sekali. Bukan karena kalah sih, tapi karena ketahuan curang.
  3.  Main bola, yang ini emang gak sering banget dilakuin, tapi tetap aja ngangenin. Pernah sekali Unit 34 vs Unit 35, dan unit kami yang menang. Lumayaan dibeliin Big Cola ukuran jumbo. Big Cola dengan aroma kemenangan.
  4.  Bikin Atun nangis, kadang agak gak ngerti juga kenapa Atun bisa nangis, tapi ending-nya sih selalu gue yang disalahin. Padahal terkadang gak ada hubungannya sama sekali dengan gue. Udah Tun, masa udah mau wisuda masih cengeng :p
  5.  Piknik, ini juga cuma dilakuin di seminggu akhir KKN, piknik di sini palingan cuma jalan-jalan ke sawah, atau bikin kopi dan masak mie terus di makan di teras belakang posko.
  6.  Flashmob JKT48, kalau untuk urusan ini Pieter dan Rendi jagonya, dance mereka bisa ngalahin Nabilah sama Melodi. Karena Flashmob ini sempat muncul istilah JWR 34 - 35.
  7.  Ngajakin Tira sarapan bareng, ini juga ngangenin. Soalnya, sekarang kalau pengin ngajakin Tira sarapan susah juga, kejauhan. Biasanya sih cuma tinggal bangunin, terus pergi. Pas KKN masalahnya cuma satu, gimana cara biar ngebangunin Tira, tapi Atun gak ikut bangun. Kalau dia juga bangun pasti minta ikut. Dan upaya kencan gagal :p
  8.  Modusin cewek, punya 8 bidadari di posko tentu bikin modus gak ada habisnya. kalau urusan modus sama gombalin cewek kayaknya di posko gue belom punya tandingan :p
  9.  Makan disuapin, ini kedengaran manja dan childish banget. Tapi sesekali makan disuapin juga gak masalah kan? Apalagi disuapinnya sama wanita-wanita kece :p


Oh iya, titipan dari Tira, kalau menurut dia sih salah satu yang ngangenin dari KKN-nya dia adalah saat hairdryer-an sama Atun abis keramas.

Atun sama Tira hairdryer-an

Sabtu, 27 Juli 2013

KKN 35!

Jreeng.. Jreeeng..
Akhirnya KKN tiba juga. Saya jadi satu dari 8 anggota di unit 35. Ditempatkan di Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Klaten. Sekitar 2 jam perjalanan dari Jogja. Tempatnya gak kampung-kampung banget juga, setidaknya sinyal HP lumayan lancar walaupun kalau internetan lemotnya kayak siput.


Ohya, sebelum memulai certa panjang lebar, ada baiknya mengenalkan anggota unit saya di KKN ini:

Pertama, Ketua: Rezza, paling tua di unit ini. (Hampir) Selalu datang telat di setiap pertemuan, padahal dia sendiri yang bilang harus datang on-time. Bahkan pernah datang jam 11.00 di yang seharusnya jam 08.00. Saya bahkan sempat kepikiran dia malah pergi ke Fakultas Ekonomi UGM, bukan di FE UII seperti yang telah dijanjikan.

Kedua, Aulia Zahra. Di unit ini biasa dipanggil "Emak", padahal sama sekali gak punya sifat keibuan. Kadang panggilan emang suka nipu.

Supriyanto, punya banyak panggilan, dari Supri, Papabob, sampai Brebes, yang merupakan daerah asalnya. Hari ini "on" atau "off", bro?

Dikky dan Fira, keduanya dari jurusan Farmasi. Dari pertemuan pertama sampai sekarang selalu terlihat soulmate dan kompak. Masalah mereka ada hati gue gak tau, itu urusan dapur mereka masing-masing.

Fitri, anak manajemen, walaupun seangkatan dengan saya tapi dia udah lulus skripsi. Gue? jagankan lulus skripsi, mulai nulis sama ngajuin judul aja belom. Semoga saya cepat bisa nyusul. amiin

Terakhir, Tira Septyarini. Sengaja diletakin di urutan terakhir, biar saya bisa panjang lebar buat nyeritain dia. Dibanding siapapun di unit ini saya emang paling suka ngegangguin dia, mulai dari ngisengin sampai cuma ngeliatin dia lama-lama doang. Karena saya dan Tira berasal dari jurusan yang sama, akuntansi, saya ngerasa emang perlu punya hubungan yang lebih erat dengan Tira. Mana tau dia bisa ngebantuin program individu gue yang masih belom jelas. :'| Persoalan ada alasan lain ngapa saya deket-deket sama Tira, biarlah jadi rahasia yang gak pernah ada jawabannya. #halah
Rezza, Aulia, Tira, Fira, Fitri, Iyom
Dikky, Supri.

Itulah sedikit gambaran, dari rekan unit saya. pengen tau lebih dekat datang aja ke posko kami.

Hari ini, hari ke-5 kami sejak diterjunkan 23 Juli yang lalu.
Hari pertama cuma diisi seremoni penerjuanan, beres-beres posko dan segala macamnya. Hari berikutnya, saya jadi pengangguran. Seharian cuma di posko, gak tau mau ngapain. Jadilah itu salah satu hari paling sia-sia di hidup saya. Gak sia-sia juga sih karena seharian bisa deket sama Tira :p

Pengalaman seru baru dimulai di hari ketiga, saya dan Tira ngebantuin Fitri buat ngejalanin program indvidunya. Ngajar di SD 02 Tlogorandu. Ternyata ngajarin anak SD gak semudah yang saya pikirkan, dimana ada sekumpulan anak-anak kecil yang patuh dan siap untuk mendengarkan setiap ocehan kita. Yang ada malah sekumpulan anak-anak yang terlihat lebih memikirkan main-main daripada belajar. Walaupun saya juga ngerti, main emang cara anak kecil untuk belajar. Semacam bermain sambil belajar.

Saya bahkan sesering kali harus menyuruh mereka diam saking ributnya. Sesekali bahkan harus menyusul mereka karena tiba-tiba lari keluar kelas dengan seenaknya. Bahkan ada yang mengambil dan tas saya lalu kabur ke luar kelas.

Tapi selalu ada nilai positif, dari setiap kejadian. Kalian tau, bahagia begitu sederhana bagi mereka, bahkan lebih sederhana dari tagar #bahagiaitusederhana yang sering muncul di timeline twitter. Mereka begitu bahagia hanya karena diphoto, ataupun menonton film-film tentang nabi yang diputar di laptop. Ada banyak kebahagiaan di sini. Bahkan dari sesuatu yang selama ini kita anggap biasa saja. Mungkin kata "stress" bahkan sama sekali gak ada di kamus hidup mereka.

Di sini gue belajar, sesibuk apapun, seruwet apapun masalah yang bakalan ada, jangan lupa untuk berbahagia. Bersenang-senang saat masih bisa emang penting dilakukan. Berbahagialah!

Selasa, 15 Januari 2013

Surat Kepada Elna Ayu

Selamat sore, Elna.

Haha, akhirnya ada juga waktu untuk saya berkirim surat kepadamu. #30HariMenulisSuratCinta memberikan kesempatan untuk bisa 'mengenalmu' lebih dekat lagi. Kita sudah lama sejak saling follow akun twitter, pun dengan pin bbm. Tapi tak pernah benar-benar terlalu bertegur sapa.

Mereka bilang hari ini edisi surat cinta kepada selebtwit, saya sebenarnya tidak terlalu mengerti pengertian selebtwit itu. Jika mereka bilang selebtwit adalah orang yang bisa menjadi inspirasi dan mengubahmu di lini masa, maka saya tidak salah berkirim surat ini kepadamu.

Banyak orang menjadi bukan diri sendiri ketika di lini masa, tapi kamu tidak. Kamu tetap diri sendiri dengan segala ke-@elnaa_-annya. haha.. Saya senang ketika kamu menceritakan tentang keseharianmu, tentang bos-mu di kantor, tentang keluargamu, dan tentang semuanya..

Saya kagum ke kamu, kamu yang begitu tulus mencintai bapak. Kamu yang begitu tulus merawatnya ketika dia sakit. menemaninya, meluangkan lebih banyak waktu untuk bisa sedikit lebih lama bersamanya. Kamu yang selalu berusaha untuk menerbitkan senyum dari bibirnya. Saya ikut berduka tentang penyakit yang menjangkit Beliau. Semoga Beliau lekas kembali sehat.

Pun ketika pita suara menghalangi kata-kata untuk bisa terucap di bibir. Tak kan pernah kata hati orang tua tidak mendoakan anaknya. Berbahagia untukmu. "Bapak" pasti bangga punya puteri seperti kamu. :)

Terimakasih, Elna, seseorang yang membuat saya berfikir untuk menjadi anak yang lebih membanggakan kedua orangtuanya, keluarganya. :))

Senin, 14 Januari 2013

Semoga Sampai ke Kamu

Selamat 14 Januari, Kamu.

Saya tidak lagi harus menanyakan apa kabar kan?
"Apa kabar", satu-satunya kata yang berani saya ucapkan pada kamu selain selamat pagi, siang, ataupun  ucapan basa-basi lainnya. Saya tahu, kamu pasti sudah cukup bosan untuk mendengarnya.

Saya memang pemula yang malu-malu mencinta ke kamu. Tak punya cukup berani untuk mengucapkan kata-kata lain yang padahal telah saya persiapkan sejak malam sebelumnya, malam sebelumnya lagi.

Ini bukan surat pertama yang kutuliskan untuk kamu, tapi saya berharap ini akan menjadi surat pertama yang saya tulis dan kamu membacanya. Sudah terlalu banyak surat yang kutulis tapi tak pernah kusampaikan padamu. Entah yang kutulis di kertas kemudian kurobek sendiri, ataupun surat-surat yang hanya ada di kepalaku tanpa pernah dituliskan. Pun surat-surat yang telah selasai kutuliskan dan kumasukkan ke amplop surat dengan warna kesukaanmu tapi tak pernah berani untuk kukirimkan.

Kali ini saya tidak akan menulis kata-kata sok puitis yang mungkin akan sulit untuk kamu mengerti. Saya hanya ingin kamu tahu, sesuatu yang mungkin telah kamu tahu karena melihat gelagat malu-maluku. Apalah arti surat penuh sahdu tapi tak pernah berada di tanganmu? Aku hanya ingin satu kepastian dari surat ini, surat ini sampai ke kamu, kamu membacanya, kemudian terserah padamu..

Di surat ini aku telah meringkas semua surat-surat yang tak pernah sampai ke tanganmu itu dalam 3 kata sederhana yang luar biasa: "I love you".

Selasa, 01 Januari 2013