Sabtu, 28 Mei 2011

Anime minggu pagi

Hari minggu adalah hari yang selalu gue tunggu saat masih zaman SD dulu. Bukan hanya karena hari minggu adalah hari bebas sekolah. lebih dari itu, ada ritual wajib yang memang gak pernah gue lewatkan di minggu hari di masa itu. ritual bernama "film kartun/anime" adalah menu pagi yang gak pernah gue tinggalin tersebut. Ritual dimana gue akan berlama-lamaan duduk di depan TV, menikmati setiap adegan dari setiap anime yang gue tonton, tanpa peduli belum mandi atau belum sarapan. Karena ketika itu, bagi gue nonton kartun emang lebih penting dari "sekedar" sarapan atau mandi pagi. 


Minggu pagi atau pagi minggu memang berkesan sangat spesial ketika itu. Jika di hari senin sampai sabtu nyokap bakal kesusahan untuk membangunkan dan menyuruh gue untuk berangkat ke sekolah, di hari minggu dengan sendirinya gue akan terbangun walau tanpa di bangunkan. efek film kartun di pagi minggu memang sangat berasa bagi gue. Contoh lainnya, jika power rangers sukses mengalahkan monster, gue bakalan semangat. tapi kalo ntu film "to be continued" saat power rangers masih kewalahan saat melawan monster nya, alamat seminggu itu gue bakalan muram dengan seribu tanda tanya tentang episode berikut nya dari film itu. ah, kadang ketika sudah cukup gede lalu mengingat masa labil sebagai anak-anak emang sedikit memalukan :D hehe

doraemon

power rangers

ninja hatori


Tapi kini cerita sepeerti itu sulit terulang, seirama dengan berjalan nya waktu, semua nya mulai berubah. Jika di masa itu bangun jam 6 pagi, mencuci muka, menghidupkan TV lalu memindahkan saluran TV ke RCTI kita akan menemukan anime Lets & go atau lebih terkenal dengan "tamiya" , P-man , Ninja Hatori, Doraemon, Power Rangers dll secara berurutan telah siap sedia untuk menghibur kita. kini telah lain cerita, jika masih memaksa menghidupkan TV tepat jam segitu kita hanya akan menemukan hampir semua stasiun televisi sedang berlomba menyajikan gosip selebriti yang tak jauh dari berita Ashanti - Anang - Syahrini ataupun yang lain nya. yah membosankan! Dan rasa membosankan seperti itulah yang sedang gue rasakan pagi ini.


Ah, semoga kelak para pemilik stasiun televisi berkenan menyiarkan lagi acara favorit gue itu. Semoga juga para pemilik stasiun televisi berbaik hati memenuhi hasrat nostalgia yang kini gue pendam di ingatan tentang masa lalu gue :D Semoga!

Kamis, 26 Mei 2011

Nervous

MALAM SUNYI. Aku mengutuk keras nervous di malam sunyi ini!

Kalian tau berapa nervous itu membunuh karakter ku? ini tentang presentasi kecil tadi siang. presentasi ku bersama kelompok kecil lima orang di depan 60 orang teman sekelas. Presentasi dari hasil jerih payah kami berbulan-bulan. Dan aku menghancurkan usaha mereka dalam beberapa menit yang menyebalkan. Bagaimana aku tidak sebal, nervous menggerogoti setiap centi akal ku, lalu semuanya hancur. berantakan!

Sebelum presentasi dengan nada sedikit pesimis aku berkata " satu sampah tidak akan berpengaruh pada 4 tumpukan emas". Dan ternyata salah, satu kesalahan fatal dari ku, membuat 4 teman lainnya juga ikut berantakan. seperti tumpukan domino, aku jatuh pertama dan menjatuhkan 4 teman lain nya. Aku benar-benar sampah yang hanya bisa menyesal!
  
Bagaimana bisa aku lupa nama teman sekelompok saat perkenalan, bagaimana bisa aku menghilangkan beberapa kata yang harus nya di ucapkan. Bagaimana bisa aku kagok dan linglung hanya karena menjadi moderator di presentasi mini dengan "sedikit" orang. padahal aku berencana menjadi orang "besar" yang tentu harus biasa berhadapan dengan banyak orang baik secara formal maupun informal kelak. Ini seperti tamparan telak di pipi mungil ku, mengingatkan bahwa aku masih jauh untuk mewujudkan cita-cita luar biasa itu.


Ini cerita tentang penyesalan ku.
tentang cerita dimana aku menjadi benalu.
aku malu dengan kemampuan ku!

Senin, 16 Mei 2011

Celana dalam nya bilang, namanya LIA

Cerita berawal saat gue lagi ngikutin ujian salah satu mata kuliah di kampus gue. Karena datang sedikit terlambat, gue terpaksa duduk di barisan ketiga dari depan. Hadeh, dengan persiapan belajar yang minim atau bisa dikata tidak ada, mengerjakan tugas dengan jarak yang sangat dekat dengan pengawas ujian adalah BENCANA. Tapi, sedikit keberuntungan. Peserta ujian yang duduk didepan gue adalah cewek cantik. Gue gak tau namanya, tapi yang jelas dia cantik. dan gue penasaran akan siapa namanya.

Lebih dari cantik, selama ujian ntu cewek memberi pemandangan yang ambigu bagi gue. bisa dibilang menarik atau malah bisa dikata jijik. Karena memakai kaos yang singkat, bagian *maaf pantat bahkan belahan nya terlihat jelas. Jadilah pikiran gue terbelah dua sama rata, ngerjain soal atau malah ngeliatin tiiiiiit cewek itu --" tapi untunglah dengan bantuan beberapa teman, gue akhirnya selesai mengerjakan tugas itu tanpa melewatkan pemandangan ambigu tersebut :p

Sebulan setelah peristiwa ambigu itu, gue kembali dapat kesempatan untuk duduk dibelakang cewek itu. cewek cantik, yang gue masih belum tau nama nya. Seperti pertemuan pertama, ntu cewek masih make kaos yang singkat. bahkan ga kalah singkat dari kaos saat pemandangan pertama. Jadilah pemandangan ambigu itu seperti de ja vu bagi gue. cewek itu masih ngeliatin *maaf pantat + belahan nya. dan masih juga membuat gue penasaran akan namanya. Tapi, selang beberapa saat setelah curi-curi pandang pada pemandangan ambigu itu, pensaran gue akan namanya terjawab sudah. bukan karena gue ngajak dia kenalan, bukan karena gue ngedengar namanya di panggil atau bukan pula karena dia mengenalkan namanya pada gue. tapi saat gue tanpa sengaja ngeliat celana dalamnya, gue juga melihat goresan Spidol dengan tulisan LIA dengan font ukuran 20 terlihat jelas dibagian belakang celana dalam warna cream-nya itu --" Jadilah gue yakin namanya LIA, walau gue mungkin ga akan pernah berkenalan dengan nya. 
Ah, benar kata pepatah tua, "ada banyak jalan menuju Roma". saat mulut tak bisa bertanya, celana dalam bisa menjadi jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. Lia :p

*Nb: untuk LIA peace yoo :) kalo komplen calling gue ke 085365****** :p 

Jumat, 13 Mei 2011

Pencurian di rumah Tuhan

Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta. Senin, 9 mei 2011

Jika selama ini mulut bungkam, biarlah tulisan ini yang akan menyampaikan. tragedi sial-an di 9 mei 2011.Ini adalah cerita nyata, bukan fiksi atau manipulasi, tapi ini adalah kejadian yang benar adanya dan pernah terjadi. tentang hari sial yang melumat laptop beserta uang jajan gue selama sebulan :') hari sial yang SIALan!

Setiap orang. kamu ataupun saya tentu juga pernah kehilangan. setidaknya, kehilangan pena semasa sekolah. Setiap kehilangan tentu saja menyesakkan bagi kita. bukan tentang harga nya, tapi tentang gunanya. harga pena mungkin tidak seberapa. tapi, kehilangan pena saat ingin menulis tetap membuat kita mesti pinjam sini-sana untuk menulis. Dan rasa seperti itu yang saya rasa sekarang. Laptop dan Uang jajan saya raib dalam hari yang sama. Bagi sebagian orang uang bulanan saya mungkin bukan seberapa, tapi tanpa uang itu, menyambung hidup adalah hal yang susah bagi saya :')


Kehilangan laptop makin memperpelik hidup gue saat ini, laptop yang masih seumur jagung gue pake, kini telah raib. entah tuhan tidak mempercayai laptop itu gue pake. atau karena alasan lainnya, yang jelas laptop itu telah pergi entah kemana sekarang. Hanya rasa ingin memiliki kembali yang tersisa dari cerita raib nya Toshiba cokelat itu.


Laptop yang gue dapat dari penantian berbulan-bulan usai minta beliin dari orang tua, lenyap dalam 4 rakaat Shalat zuhur yang hanya 5 menitan. "Pencurian di Rumah Tuhan" menjadi tajuk kesedihan saya saat ini. Saya masih tidak habis pikir  bagaimana Rumah tuhan di jadikan medan pencurian laptop saya. Tapi, sudahlah. Toh, bersedih atau merengek seperti apapun. Laptop itu mungkin tidak akan pernah kembali lagi.


Ah, semoga saja Laptop itu mejadi berkah bagi yang mengambil. dan semoga pula, saya diberi balasan yang lebih berarti dari laptop itu. :')