Jumat, 19 September 2014

Pengangguran dan Upaya Mengakhirinya

Langkahku semakin lelah berjalan menyusuri
Mondar-mandir di keramaian kota
Hati yang bingung lamaran kerja ditolak
Enggak tahu kenapa mungkin kurang syaratnya
Andai saja kupunya
Harta yang berlimpah
Aku tak kan terhina
Pikir-pikir daripada kumelamar kerja
Lebih baik kumelamar kamu

Saat kuliah, lulus ujian komprehensif membuat kita bak raja sehari. Saat lulus ujian skripsi dunia seumpama berada dalam genggam tangan sendiri. Wisuda membuat kita menjadi penguasa tunggal di bumi ini. Tapi sehari setelah peristiwa itu dunia harus kembali ke realitasnya. Saya bukan siapa-siapa. Lulus kuliah hanya membauat perubahan stastus dari mahasiswa menjadi pengangguran. PENGANGGURAN!!!

Awalnya saya pikir lulus kuliah bakal bisa menurunkan beban hidup. Ijazah cukup untuk bisa membuat kita di terima di perusahaan yang diinginkan. Ternyata semuanya tak semudah yang dibayangkan. Ijazah nyatanya hanya bisa membuat kita sampai ke titik di mana kita bisa melamar kerja. Bukan ke titik di mana kita diterima kerja. Itupun cuma perusahaan yang emang mencantumkan sarjana sebagai syaratnya.

Membuat CV yang sedemikian rupa sehingga membuat perusahan tertarik. Membuat lamaran kerja yang cukup untuk membuat dipanggil untuk dites maupun wawancara. Hari-hari jadi berubah menjadi perjuangan mendapatkan kerja, dari jobfair satu ke jobfair lainya. Dari barisan antrian jobfair di dunia nyata hingga barisan antrian di jobfair virtual di dunia maya. Dari mengirim lamaran langsung atau yang hanya via email. Semuanya dilakukan.

Tujuannya jelas, mengurangi satu dari sekian banyak jumlah pengangguran di Indonesia. Membanggakan orang tua dan menyenangkan diri sendiri. Melepaskan diri dari tanggung jawab finansial yang masih ditanggung orang tua. Kemudian mulai mengisi deretan angka di rekening pribadi dengan usaha sendiri.

Tapi saya orang yang masih percaya rezeki gak bakal ketukar. Rezeki kita adalah milik kita. Bila saatnya tiba, segala usaha akan membuahkan hasil. Pantang menyerah, tekun dan tak lupa berdoa. Cita-cita memang harus diwujudkan dan dikejar. Bukan sekedar ditunggu kehadirannya tanpa melakukan apapun. Hanya menunggu keajaiban datang tak akan menghasilkan apa-apa. Bahkan keajaibanpun datang sebagai perwujudan dari ketekunan berusaha bukan?

SEMANGAT!!!
Masa depan cerah menanti untuk ditemui. Menanti untuk dinikmati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar