Senin, 22 September 2014

Obsessive Compulsive Disorder

Pernah ngerasa terlalu was-was dan pikiran jadi menetap hingga tak dapat dikendalikan?
Atau selalu cemas hingga melakukan suatu tindakan secara berulang?
Gue pernah!

Contoh kasus, pas keluar rumah gue udah ngunci pintu. Akan tetapi, karena cemas, di perjalanan gue memutuskan untuk balik lagi ke rumah buat mastiin pintu bener udah kekunci apa belum. Dan ternyata, pintu emang udah kekunci!

Kejadian ini terus berulang, padahal sebelum pergi gue udah yakin pintu udah dikunci. Tapi tetap memutuskan balik pas perasaan cemas datang kembali. Bahkan ketika tempat tujuan udah dekat, gue tetap tak bisa melawan rasa cemas itu dan membuat gue akhirnya memutuskan buat balik lagi, dan keadaan tak berubah seperti sebelum-sebelumnya, pintu emang udah kekunci. Waktu jadi sia-sia. Banget.

Mulai resah dengan keadaan berulang, gue googling tentang keresahan tersebut, lalu ketemulah penyebabnya: OCD! Bukan, ini bukan program buat diet. Tapi Obsessive Compulsive Disorder, semacam kelainan psikis dimana penderitanya dituntut buat jadi perfeksionis dalam hal yang ia lakukan. Nah, setelah banyak baca  gue jadi tau cukup banyak tentang kelainan ini: untuk kasus gue ini masih tergolong mild-OCD, atau bisa dibilang masih ringan. Di keadaan yang lebih buruk, pengidap OCD ada yang jadi takut kuman, hingga selalu berulang menyuci tangan dan selalu menggunakan sarung tangan bahkan sampai tak mau bersentuhan dengan orang lain.


Pernah nonton film The Aviator, As Good as it Get, atau Cold Eyes? Itu segelintir dari banyak film yang mengangkat tema OCD. Jadi, OCD sebenarnya bukan cerita baru lagi tapi sudah menjadi pembahsan publik hingga menjadi inspirasi dari banyak film. Bahkan di dunia nyata, public figur seperti Cameron Diaz, Leandro Di Caprio, Daniel Radcliffe hingga David Beckham juga mengidap kelainan ini.

Dulu pas lagi nonton Cold Eyes gue ngerasa OCD itu keren, bagaimana enggak seorang detektif muda pengidap OCD Ha Yoon-Joo (Han Hyo-Joo) bisa mengingat setiap detail kejadian hanya dengan melihat kejadian itu sekilas. Dia mengetukkan jarinya ke meja ketika mencoba mengingat detail kejadian dan hasilnya ia ingat semuanya! Gue kagum, bahkan sampai nyobain gaya ngetuk jarinya pas ujian komprehensif kuliah. Dan hasilnya tetap aja gue gak ingat dengan jawaban pertanyaannya. Ternyata sekarang gue baru tau, kemampuan dia mengingat secara detail gak ada hubungannya dengan OCD. Itu murni karena dia emang detektif hebat. Gejala OCD nya adalah mengetukan jari itu, jadi sebenarnya dia reflek ngetukin jari setiap lagi mengingat sesuatu.

Setelah googling dengan berbagai keyword, gue sampai ke penemuan yang gak gue sangka sebelumnya: Obsessive Compulsive Disorder dalam Islam! Ternyata, OCD juga dikenal di dalam dunia islam dan bentuk OCD yang sering dialami umat muslim antara lain:

  • Keraguan tentang jumlah rakaat shalat
  • Ragu telah buang angin apakah telah batal wudhu
  • Pikiran yang menghina tuhan
  • Perasaan bahwa pakaian yang digunakan tidak bersih
  • Dll
Bagian mengagetkannya adalah, gue terjangkit hampir semua poin tersebut. Khusus yang poin kedua malah sering banget, jadi pas lagi shalat gue ngerasa barusan abis kentut. Tapi gue juga gak yakin-yakin banget sih. Alhasil gue tetap ngelanjutin shalat, karena kalau mesti ngulang dari berwudhu udah males banget :'\

Setelah baca-baca gue menemukan solusi Islam untuk OCD. Jadi ada beberpa terapi yang bisa dijadikan solusi, misal:

  • Berhenti menyalahkan diri sendiri
  • Membaca Al Quran setiap hari dan memahami maknanya
  • Menjaga Wudhu
  • Membaca QS An-Nas, Al-Falaq dan Ayat Kursi setiap selesai shalat dan sebelum tidur
  • Dll
Karena udah menemukan solusi yang gue yakini bisa mengatasi masalah ini gue berharap masalah ini benar-benar bisa cepat diselesaikan. Gue rindu hidup normal. Gak perlu lagi ngebuang waktu dan bensin untuk hal gak penting. Bisa ibadah dengan tenang tanpa pikiran aneh yang tiba-tiba datang. Ah, Semoga! :)



Eh iya, untuk artikel tentang OCD bisa dibaca di sinidi sinidi sini juga di sini

1 komentar:

  1. Persis banget sama apa yang aku alami sekarang, baru tau juga istilah OCD ini, terimakasih infonya

    BalasHapus