Selasa, 15 Januari 2013

Surat Kepada Elna Ayu

Selamat sore, Elna.

Haha, akhirnya ada juga waktu untuk saya berkirim surat kepadamu. #30HariMenulisSuratCinta memberikan kesempatan untuk bisa 'mengenalmu' lebih dekat lagi. Kita sudah lama sejak saling follow akun twitter, pun dengan pin bbm. Tapi tak pernah benar-benar terlalu bertegur sapa.

Mereka bilang hari ini edisi surat cinta kepada selebtwit, saya sebenarnya tidak terlalu mengerti pengertian selebtwit itu. Jika mereka bilang selebtwit adalah orang yang bisa menjadi inspirasi dan mengubahmu di lini masa, maka saya tidak salah berkirim surat ini kepadamu.

Banyak orang menjadi bukan diri sendiri ketika di lini masa, tapi kamu tidak. Kamu tetap diri sendiri dengan segala ke-@elnaa_-annya. haha.. Saya senang ketika kamu menceritakan tentang keseharianmu, tentang bos-mu di kantor, tentang keluargamu, dan tentang semuanya..

Saya kagum ke kamu, kamu yang begitu tulus mencintai bapak. Kamu yang begitu tulus merawatnya ketika dia sakit. menemaninya, meluangkan lebih banyak waktu untuk bisa sedikit lebih lama bersamanya. Kamu yang selalu berusaha untuk menerbitkan senyum dari bibirnya. Saya ikut berduka tentang penyakit yang menjangkit Beliau. Semoga Beliau lekas kembali sehat.

Pun ketika pita suara menghalangi kata-kata untuk bisa terucap di bibir. Tak kan pernah kata hati orang tua tidak mendoakan anaknya. Berbahagia untukmu. "Bapak" pasti bangga punya puteri seperti kamu. :)

Terimakasih, Elna, seseorang yang membuat saya berfikir untuk menjadi anak yang lebih membanggakan kedua orangtuanya, keluarganya. :))

Senin, 14 Januari 2013

Semoga Sampai ke Kamu

Selamat 14 Januari, Kamu.

Saya tidak lagi harus menanyakan apa kabar kan?
"Apa kabar", satu-satunya kata yang berani saya ucapkan pada kamu selain selamat pagi, siang, ataupun  ucapan basa-basi lainnya. Saya tahu, kamu pasti sudah cukup bosan untuk mendengarnya.

Saya memang pemula yang malu-malu mencinta ke kamu. Tak punya cukup berani untuk mengucapkan kata-kata lain yang padahal telah saya persiapkan sejak malam sebelumnya, malam sebelumnya lagi.

Ini bukan surat pertama yang kutuliskan untuk kamu, tapi saya berharap ini akan menjadi surat pertama yang saya tulis dan kamu membacanya. Sudah terlalu banyak surat yang kutulis tapi tak pernah kusampaikan padamu. Entah yang kutulis di kertas kemudian kurobek sendiri, ataupun surat-surat yang hanya ada di kepalaku tanpa pernah dituliskan. Pun surat-surat yang telah selasai kutuliskan dan kumasukkan ke amplop surat dengan warna kesukaanmu tapi tak pernah berani untuk kukirimkan.

Kali ini saya tidak akan menulis kata-kata sok puitis yang mungkin akan sulit untuk kamu mengerti. Saya hanya ingin kamu tahu, sesuatu yang mungkin telah kamu tahu karena melihat gelagat malu-maluku. Apalah arti surat penuh sahdu tapi tak pernah berada di tanganmu? Aku hanya ingin satu kepastian dari surat ini, surat ini sampai ke kamu, kamu membacanya, kemudian terserah padamu..

Di surat ini aku telah meringkas semua surat-surat yang tak pernah sampai ke tanganmu itu dalam 3 kata sederhana yang luar biasa: "I love you".

Selasa, 01 Januari 2013