Senin, 26 Desember 2011

Cinta pertama... Mungkin. ( part I )



Malam ini ingatanku melayang jauh menembus batas waktu, menyelip dibanyaknya kenangan akan masa lalu. Kemudian terhenti dimasa sekitar 10 tahun yang lalu. Aku terhenti dikenangan dimana ayahku membelikanku sebuah baju bola berwarna ungu tua dengan tulisan Batistuta dan angka 9 dipunggungnya. Lebih dari sekedar sebuah kain yang dijahit sedemekian rupa, baju itu telah menjadi bagian paling penting dihidupku. Sampai sekarang.


Aku tidak pernah mengenal siapa Batistuta, bahakan belum pernah mendengar namanya setidaknya sampai sebelum ayah membelikan baju itu untukku. Baju itu, nama yang tertulis di baju itu, adalah awal dari sebuah kisah cintaku. Sosok yang pada masa setelah itu akan ku kenal sebagai Gabriel omar batistuta a.k.a batigol. Seorang pemain sepak bola paling luar biasa dimasanya. Aksinya dilapangan rumput hijau di negara yang jauh diujung dunia sana, selalu kutunggu didepan tv tua diruangan keluarga rumah kami. Menyaksikan dia menggiring bola. menyaksikan dia mencetak beberapa gol dengan kostum ungu berlumuran keringatnya itu, menjadi kegembiraan tersendiri bagiku. Sejak saat itu aku mulai mengaguminya. menyukai banyak hal tentangnya. Aku fans nya, bagian dari dia!


***
Disuatu kesempatan beberapa waktu berselang, tak ku lihat lagi kostum ungu itu menutupi badan kekarnya. Kostum ungu itu telah berganti dengan kostum merah marun. Pun dengan nomor 9 dan kain putih bertuliskan huruf 'C' yang biasanya mengalung di lengan nya pun sudah tidak dikenakkanya lagi. angka 9 itu telah berganti ke angka 18, sedang kain putih dengan huruf 'C'nya lenyap entah kemana. Saat aku tanya pada ayah mengapa dia tidak lagi memakai baju yang sama dengan baju yang ku punya, dan mengapa dia berubah sekarang, ayah menjawab, "dia telah berpindah klub, As roma nama klub barunya. klub dengan kostum dominan merah itu, kamu tau kan?". kemudian aku mengangguk mengiyakan. Itulah yang aku ingat dari jawaban ayah ketika itu.


Sejujurnya pun aku tidak peduli kostum warna apa yang dipakainya, atau tim apa yang dibelanya. toh aku juga tidak tau apa nama klub dengan kostum ungu yang selama ini dipakainya. Aku hanya ingin melihat dia melewati beberapa pemain lalu mencetak gol. Kemudian aku akan menceritakannya pada teman-teman disekolah. Itu saja.


Saat Batistuta mulai bermain bersama As roma, usiaku tidak lebih dari tujuh tahun. Aku hanya menonton sedikit pertandingan Batistuta dan As roma-nya. Jika pertandingan dimulai  pukul 8 malam waktu Indonesia, berarti aku hanya menonton babak pertama saja. karena ayah telah sigap untuk menyuruhku tidur tepat saat jam 9 tiba. jika pertandingan dimulai dinihari, biasanya aku hanya menonton beberapa menit pertandingan menjelang waktunya berakhir. Itupun jika aku tidak telat-telat amat saat bangun tidur.


Tapi begitulah bocah kecl itu, tetap tanpa henti mengagumi Batistuta-nya. Bahkan diam-diam tidak hanya Batistuta, dia mulai menyukai As roma secara utuh. Menyukai banyak pemain di tim itu dan mulai menghapal satu persatu nama yang tertera di bagian belakang kostum mereka. Totti dan montella adalah dua nama yang terhapal pertama kali saat itu.


Dan dari sini sebuah kisah-cinta-baru dimulai!


*bersambung*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar