Jumat, 21 Oktober 2011

sebuah monolog: diantara 2 pilihan

Jika dulu aku tau mencintaimu akan membuat kita "sejauh" ini, tentulah aku tidak pernah ingin menyatakan nya padamu. Tapi semua nya telah terlanjur terjadi, Aku dan kamu tidak bisa disandingkan lagi. Kamu bahagia disana, dan aku galau disini. Sendiri. Tapi waktu terus berlalu, kini kamu masa lalu, ah sejujurnya aku juga  masih berharap kamu kan menjadi masa depan..


beginilah aku sekarang, di tengah keraguan diantara 2 pilihan, melupakan mu atau selalu mengenang mu dengan segala konekuensi yang tentu akan tidak mengenakkan. aku ingin melupakan mu tapi aku tak ma(mp)u. Aku ingin mengenang mu, tapi ma(l)u. 


***


Di twitter, tweet mu acapkali menjadi aktris utama di timeline ku. Terkadang aku ingin mengirimkan sebuah mention ke kamu, tapi aku tau, kamu tidak akan mempedulikan itu. Makanya tak jarang pula aku membalas tweet mu, hanya dengan sebuah tweet #nomention. Seperti bayi yang tak bisa bicara, tapi mencoba mengambil perhatian orang tua nya dengan membuat gerakan yang lucu. seperti itu lah aku mencoba menarik perhatian mu. Membuat tweet lucu, unik bahkan tak jarang "norak" demi mendapat perhatian kamu. Ah, aku emang bukan bayi, aku juga tidak lucu. mungkin karena itu kamu tetap tidak pernah mempedulikan (tweet) ku walau aku berulang kali mencoba menarik perhatian mu..


Kadang dari kisah di timeline itu aku malah jadi membenci kamu. bukan karena kamu tidak memperdulikan ku, bukan juga karena kamu tidak pernah membalas meniton ku. tapi aku benci (atau lebih tepatnya cemburu) saat kamu dan seseorang yang kamu panggil "sayang" itu berlagak romantis di timeline ku. Hmm, kalian bukan romantis tapi najis!


***


Sebagaimana sebuah cerita yang harusnya punya kerangka yang jelas, aku belum bisa menentukan nya sampai sejauh ini. Terkadang aku ingin melupakanmu mu, tapi di saat lainya aku malah sangat mengharapkan mu. Lalu manakah yang lebih baik, mengharapkan mu, atau melupakan mu??
#moveon yang tertunda