Rabu, 15 Juni 2011

Pengakuan seorang pengecut

Momen sakral. aku mengucapkan ijab lalu berharap kau meng-kabul-kan nya. hanya itu?
Jika cinta tak harus memiliki, bagaimana saat sudah memiliki (in relationship with ...) haruskah ada cinta?

Entah karena gak suka basa-basi, atau hanya sekedar ingin frontal. 2 hari yang lalu dalam sebuah percakapan (baca: penulisan) via twitter, beralih ke sms, dan berujung degan chat di facebook gue nyatain cinta ama seseorang. Dan hasilnya gue sekarang lagi in relationship with bla bla bla. Dia menerima gue dengan alasan yang gak jelas, sama gak jelas nya dengan alasan gue yang bisa-bisa nya nyatain cinta. padahal gue ga pernah PDKT atau ngelakuin hal-hal bodoh lain yang lazim di lakukan seseorang saat mereka sedang jatuh cinta.

Sampai saat ini, gue masih kesusahan untuk mengatur alur cerita seperti apa yang akan gue dan dia jalani. Gue belum tau cerita seperti apa yang dia suka. gue bahkan belum tau dia mau atau tidak menjadi pemeran utama dalam cerita ini. Singkat ceritanya, cerita yang gue sedang jalani dengan nya terbelenggu di tahapan orientasi. gue belum bisa nemuin cara tepat agar cerita ini sampai ke klimaks, lalu berakhir di happy ending. semuanya masih terpaku ditahapan dimana gue dan dia seperti sama-sama saling tidak begitu peduli.

Mungkin ini seperti keputusan tergesa-gesa yang gue buat. Seketika cinta datang, seketika gue nyatain ke dia. Lalu apakah seketika  kemudian gue punya chemisty yang kuat dengan dia? belum, setidaknya sampai sekarang. Gue gak punya feel yang terlalu wah dengan nya, gue belum bisa menemuin sesuatu yang luar biasa seperti apapun di hubungan ini. semua nya semu, cinta ini semu. jika aku pun rindu, mungkin juga hanya semu. semuanya bimbang, cinta yang bimbang antara iya atau tidak. lalu rindu yang bimbang antara ada dan tiada.

Jika ini benar cinta, semoga gue bisa nemuin feel atau irama yang tepat bersamanya. jika ini benar sayang,  aku mau dia membaca koleksi buku perpustakaan dalam diriku dan berharap dia membuka pintu perpustakaan nya juga. Jika benar ini rindu, biarkanlah dia meluluhkan semua nya. Namum jika tidak, biarkan ini berakhir dengan alaminya biarkan ini berakhir tanpa ada yang merasa tersakiti. 

Yah, biarkan lah sekarang cerita ini berjalan tanpa konsep dan alur yang tak begitu jelas. biarkanlah spontanitas yang menenutkan ending apa yang dibutuhkan untuk mengakhiri kisah ini dengan cara terbaik yang diinginkan nya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar