Senin, 27 Juni 2011

F ? lelucon seperti apa itu?

Nah, masa pembagian nilai sudah dimulai. beberapa mahasiswa penggila IP (indeks prestasi) mulai memadati pelataran ruang jurusan tempat dimana para dosen biasanya meletakkan shift nilai mereka. Sebagian lain yang tak begitu peduli dengan nilai-nilai itu, terkesan lebih acuh dan kadang malah tak peduli sama sekali dengan kerumunan itu. Sedangkan gue adalah kelompok yang berdebar-debar menunggu nilai itu keluar, tapi tidak terlihat di kerumunan orang-orang maniak itu. Yah, gue adalah orang peduli yang tak begitu peduli #nahloh

***
Tapi ada satu yang menjengkelakan gue. Di salah satu mata kuliah, gue mendapat nilai yang sangat tidak lazim. F. entah apa maksudnya, karena dibuku panduan saat gue masuk di kampus ini, hanya akan ada nilai dari A sampai E. Jadi F? lelucon semacam apa itu? nilai yang rendah dari yang terendah? atau malah nilai yang lebih bagus dari yang terbagus? #ngarep

Saat gue mencoba konfirmasi dan menemui sang dosen. dia malah tidak ada di ruangan nya, mungkin dia telah pulang saat itu. Tapi dari info yang gue dapat dari teman senasib sepenanggungan gue yang sesama mendapat nilai F. nilai F itu adalah buah dari contek massal yang diduga kami lakukan. Dia bilang jawaban kami (gue dia dan teman sekelas lainnya) telah di contek oleh kelas lain. Nah, masalahnya gue ga pernah memberi contekan kepada siapapun! Dan saat teman gue menceritakan kronologis bahwa kami tidak memberi contekan, dan jawaban kami di contek tanpa sepengetahuan kami. sang dosen hanya menjawab dingin, yang mencontek dan meberi contekan mendapat nilai F. Ah, bukankah sudah dibilang kami tidak mencontek dan meberi contekan??

Saat ini gue ngerasa seperti TKI yang ada di arab. tiba tiba di tuding masalah, lalu tanpa konfirmasi dan pembuktian di hukum pancung, atau untuk masalah ini di hukum nilai F. walau tidak mati secara fisik, setidak nya itu mulai mematikan semangat gue! Jika TKI adalah pahlawan devisa, mahasiswa dianggap pahlawan negara suatu kelak nanti. tapi kadang kala gue ngerasa kami dan TKI sama saja, di anggap pahlawan. tapi di kebiri di saat bersamaan! bejat!

*mahasiswa yang terabaikan* 
*marah-marah gak jelas*

Selasa, 21 Juni 2011

Semester Antara

Selama hampir dua bulan kedepan, gue punya kesibukan baru. Semester Antara, semester antara semester dua dan semester tiga. Semester antara, selayaknya semester pendek. tapi dengan tujuan sedikit berbeda, semester antara tidak mengulang matakuliah yang belum tuntas atau mengambil matakuliah tingkat atas seperti halnya Semester pendek (sP). tapi, semester antara (SA) telah ditentukan matakuliahnya sejak awal. yaitu 8 sks dengan 4 matakuliah. 2 matakuliah berhubungan dengan agama, dan 2 lagi tentang kewarganegaraan dan pancasila dengan masing-masing matakuliah memiliki 2 sks.

Sedangkan untuk pelaksanaan nya, setiap matakuliah akan masuk 3 kali seminggu dan perkuliahan dilaksanakan senin-sabtu dengan 2 matakuliah setiap harinya. setiap matakuliah juga memiliki 2 ujian, yaitu ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Ujian akhir semester berakhir pada tanggal 5 agustus, dan itu adalah hari terakhir kuliah dan memasuki liburan dan lebaran (horeeee! mudik :D )

Nah, sebelum memikirkan mudik ke pekanbaru, gue juga masih memikirkan SA. walau sebenarnya gue juga antara suka dan ga suka dengan SA ini. Keberadaan SA dianggap beberapa mahasiswa termasuk gue malah mengganggu masa liburan. betapa tidak, mahasiswa UII selain fakultas ekonomi tidak mengenal SA, jadi mereka telah libur jauh sebelum kami (mahasiswa fakultas ekonomi) liburan. 

Ditambah lagi, jadwal kuliah yang dari senen-sabtu menuai protes, karena biasanya kuliah hanya berlangsung antara hari senen-jum'at. masalah SA semain konflik karena gue mendapat ruangan sebesar sekitar 5mx5m dengan jumlah mahasiswa 55 orang. begitu sempit bukan? yah sesak, gerah dan kantuk bersiap menyerang kapanpun saat perkuliahan telah dimulai. Selain itu, dari keempat matakuliah yang akan dijalani, semua dosen yang akan menyampaikan materi adalah dosen laki-laki, dosen yang malah menonjolkan jakun. berbanding terbalik dengan dosen keinginan gue, yaitu dosen wanita yang menonjolkan pa*****a :p #guyon

Nah, semester antara cukup ribetkan? setidaknya selama 2 hari dengan 4 kali pertemuan ini, gue susah payah membunuh kantuk dan mengusir waktu agar jarum jam cepat beralih kewaktu  dimana perkuliahan berakhir. kadang gue membaca komik, kadang pula gue ga jelas nyorat-nyoret kertas seraya berharap sang dosen cepat meninggalkan ruangan. ah, semester antara meninggalkan dilema, tapi menyisakan oasis di ujungnya. sebuah oase tentang indahnya liburan. Oase tentang indahnya kempali berkumpul dengan teman-teman dan keluarga baik di pekanbaru maupun lubukjambi.

Hmm, semoga Semester anara cepat berakhir, akhir yang sempurna saat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman dengan nilai tidak amburadul. semoga :)

Kamis, 16 Juni 2011

19 (sembilanbelas)

Berdasarkan perhitungan masehi, semua orang pasti tahu tanggal lahir mereka. Tetapi berdasarkan perhitungan hijriyah, belum tentu semua orang tau. palingan hanya mereka dengan nama belakang, Ramadhan, ramdhani atau fitri yang akan tau. selebihnya, kebanyakan dari mereka tidak tau bahkan gak peduli sama sekali. Penanggalan hijriyah emang berasa ga begitu penting, ga di tuliskan di KTP, juga ga ada di SIM, intinya penanggalan hijriyah hanya akan dihiraukan saat beradu pendapat kapan jatuhnya awal ramadhan, idul fitri dan idul Adha.


Untuk hari ini, gue juga yakin, ga banyak orang yang tau berdasarkan kalender hijriyah sekarang tanggal dan bulan berapa. Sebenarnya gue juga bukan orang yang begitu peduli dengan penanggalan ini. tapi hari ini berbeda, gue tau hari ini adalah tanggal 14 rajab 1432 H.hari dimana 19 tahun lalu, tepat ditanggal dan bulan yang sama gue dilahirkan. yah, ini adalah ulang tahun gue ke 19 :)


Nah, ada yang spesial dari ulang tahun gue kali ini. Tuhan memberi kado spesial. pemandangan indah yang luar biasa. Total lunar eclipse, atau gerhana bulan penuh. Entah gue yang kegeeran. tapi gue rasa tuhan dengan romantis memang mengirimkan kado luar biasa itu spesial untuk hari spesial gue :D


dan beberapa momen dari gerhana bulan itu sempat kami abadikan dari halaman rumah dengan Cannon D1000 hadi kusuma :)
















The awesome gift, god. perfect :)

Rabu, 15 Juni 2011

Pengakuan seorang pengecut

Momen sakral. aku mengucapkan ijab lalu berharap kau meng-kabul-kan nya. hanya itu?
Jika cinta tak harus memiliki, bagaimana saat sudah memiliki (in relationship with ...) haruskah ada cinta?

Entah karena gak suka basa-basi, atau hanya sekedar ingin frontal. 2 hari yang lalu dalam sebuah percakapan (baca: penulisan) via twitter, beralih ke sms, dan berujung degan chat di facebook gue nyatain cinta ama seseorang. Dan hasilnya gue sekarang lagi in relationship with bla bla bla. Dia menerima gue dengan alasan yang gak jelas, sama gak jelas nya dengan alasan gue yang bisa-bisa nya nyatain cinta. padahal gue ga pernah PDKT atau ngelakuin hal-hal bodoh lain yang lazim di lakukan seseorang saat mereka sedang jatuh cinta.

Sampai saat ini, gue masih kesusahan untuk mengatur alur cerita seperti apa yang akan gue dan dia jalani. Gue belum tau cerita seperti apa yang dia suka. gue bahkan belum tau dia mau atau tidak menjadi pemeran utama dalam cerita ini. Singkat ceritanya, cerita yang gue sedang jalani dengan nya terbelenggu di tahapan orientasi. gue belum bisa nemuin cara tepat agar cerita ini sampai ke klimaks, lalu berakhir di happy ending. semuanya masih terpaku ditahapan dimana gue dan dia seperti sama-sama saling tidak begitu peduli.

Mungkin ini seperti keputusan tergesa-gesa yang gue buat. Seketika cinta datang, seketika gue nyatain ke dia. Lalu apakah seketika  kemudian gue punya chemisty yang kuat dengan dia? belum, setidaknya sampai sekarang. Gue gak punya feel yang terlalu wah dengan nya, gue belum bisa menemuin sesuatu yang luar biasa seperti apapun di hubungan ini. semua nya semu, cinta ini semu. jika aku pun rindu, mungkin juga hanya semu. semuanya bimbang, cinta yang bimbang antara iya atau tidak. lalu rindu yang bimbang antara ada dan tiada.

Jika ini benar cinta, semoga gue bisa nemuin feel atau irama yang tepat bersamanya. jika ini benar sayang,  aku mau dia membaca koleksi buku perpustakaan dalam diriku dan berharap dia membuka pintu perpustakaan nya juga. Jika benar ini rindu, biarkanlah dia meluluhkan semua nya. Namum jika tidak, biarkan ini berakhir dengan alaminya biarkan ini berakhir tanpa ada yang merasa tersakiti. 

Yah, biarkan lah sekarang cerita ini berjalan tanpa konsep dan alur yang tak begitu jelas. biarkanlah spontanitas yang menenutkan ending apa yang dibutuhkan untuk mengakhiri kisah ini dengan cara terbaik yang diinginkan nya :)