Jumat, 11 Maret 2011

STOP. Dilarang bodoh di sini!

Ada rasa semu yang kau tawarkan padaku, aku ingin menolak tapi tak pernah bisa. Entah mengapa satu kedipan mata atau satu gerakan kecil dari jari lentik mu selalu merusak pertahanan kokoh ku atas namamu. Aku tau rasa itu semu, tapi mengapa kamu membuat seperti ada rasa nyata di awal pertemuan kita? Mengapa saat kau pergi bersamanya kau beri alasan yang sekali lagi membiarkan aku mendekati mu? Lalu saat aku mendekati mu mengapa perlakuanmu tak sesuai ucapan mu?


Aku tahu di balik senyum manis mu tersimpan berjuta misteri. Misteri yang sebenarnya telah ku pecahkan, tapi tak bisa ku ungkapkan. Aku tak mau kamu atau aku berada di posisi sulit, karena dengan begini saja sudah begitu sulit. itu alasanku tak pernah bicarakan jawaban dari misteri itu. Yaah, biarlah waktu yang menjawab dan jika waktu pun diam dengan itu, biarlah.

Tapi ditengah kediaman ku kini, sulit untuk menipu diri, aku masih memikirkanmu. Aku masih melihatmu si sela sela jari yang walau ku tutup tapi sengaja ku renggangkan. aku tak bisa tenang saat tak tau bagaimana kabarmu. Walau kamu peduli ataupun tidak padaku, aku tak lagi peduli. 


Kini semua yang kulihat dibalik sela-sela jari itu kin menampakkan kamu berubah karena nya. aku kecewa! dia membunuh karaktermu, karakter yang paling ku suka dari mu. Heii, STOP, Dilarang Bodoh Disini! lihat dirimu, kamu seperti terbelenggu dalam guna-guna yang mungkin akan berakhir saat kau bakar menyan di bawah beringin. AKU KECEWA !


dilarang bodoh, disini!

Berhentilah menjadi orang lain, kamu yang pernah ku kenal jauh lebih hebat dari itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar