Minggu, 27 Februari 2011

Filosofi Sebatang Rokok

minggu, 27 februari 2011.
jika ada hari "tipu-menipu" sedunia, maka menurut gue inilah hari itu. hari ini, hari dimana gue mencoba menipu diri gue sendiri. hari dimana gue berpura-pura ga galau ditengah kegalauan super di hati. hari dimana gue berpura-pura tenang, padahal hati menangis. singkatnya, hari ini adalah hari dimana gue menipu tubuh gue, dan mencoba memisahkannya dengan hati gue sendiri. gue ga ingin mata gue juga menangis seperti hati gue yg telah tersedu.
pengakuan pentingnya: "HARI INI GUE GALAU, GALAU STADIUM 4"

dalam kesendirian, gue mengambil sebatang rokok. menghisapnya, lalu menghembuskan asap nya. gue berharap bisa ngelupain kamu nad. gue ingin kamu seperti asap-asap rokok itu, pergi dan tak kan kembali. gue tau rokok itu perlahan menghancurkan paru-paru. Tapi gue juga mencoba  mengerti, ga bisa ngelupain kamu sama juga dengan pelahan menghancurkan hati gue. gue ga pengen mati karena kamu, My Nadia.

gue berharap kamu bisa tersenyum saat membaca surat yang gue kirim beberapa saat lalu. bahkan dengan senyum paling ga ikhlas-pun, gue berharap kamu bisa tersenyum membacanya. Tapi apa? Kamu tak bereaksi. bahkan seolah tak mau tau. Aku jengah, lalu mulai bosan dengan tingkahmu.
Tapi tak juga bisa ku pungkiri, ini bukan pertamakali gue kecewa karenamu, lalu berusaha melupakanmu. Ini sudah kali sekian upayaku dalam melupakanmu, walau pada akhirnya upaya ini hanya berakhir di dalam hati, paling jauh hanya dalam tulisan seperti ini. Untuk kenyataanya, tanpa menyebut nama mu sudah tabu, apalagi sampai melupakanmu, NYARIS MUSTAHIL.
Aahhh, memang hati ini telah berhenti di kamu, my Nadia ! sebatang rokok, ataupun sebungkus, ku hisap cepat, atau ku sedu perlahan. Tetap tak kan bisa mengusir namamu dalam fikiran ku. Aku, telah berhenti di kamu.

3 komentar:

  1. galau itu apa? -_-'

    haha.entry jiwang untuk mr. rokok.nice :)

    BalasHapus
  2. Wah wah wah ga nyangka ternyata orang keras keoala bisa bkin tulisan secanggih ini....

    BalasHapus
  3. aku selalu galau galau tak jelas :s

    BalasHapus